Berenang Bareng Ubur-Ubur di Pulau Kakaban



Kalau membahas ubur-ubur, saya selalu teringat akan pengalaman di sengat ketika snorkeling di Pulau Macan. Di balik tampangnya yang "menggemaskan" layaknya agar-agar, binatang tak bertulang belakang ini menyimpan kengerian yang sangat fatal dari sengatnya, mulai dari; luka bakar, memar, hingga kematian (HOROR CUYYY).
Kalian pernah mendengar nama Pulau Kakaban??
Terdapat sebuah sebuah danau di Pulau Kakaban yang menjadi habitat ubur-ubur. Asal kalian tau kengerian ubur-ubur yang selama ini kita takutkan ternyata enggak berlaku di Pulau Kakaban! Bisa dibilang ubur-ubur disini ENGGAK BERBAHAYA alias JINAK.


Kok bisa ya?
Menurut narasumber terpercaya, diperkirakan ubur-ubur di Pulau Kakaban ini berevolusi dalam rentan waktu yang cukup lama. Katanya sih, danau tersebut dulunya hanya berisikan air laut tapi lama-lama tercampur air hujan dan juga rembesan air laut dari dinding danau yang lokasinya bersebelahan dengan laut, sehingga membuat air di Danau Kakaban menjadi payau dan "memaksa" ubur-ubur yang terperangkap tersebut untuk beradaptasi dan akhirnya berevolusi sehingga tidak memiliki sengat.
Sebelum semakin jauh saya mau kasih tau kalau tulisan ini merupakan kelanjutan dari trip saya di Maldives di Kalimantan Timur dan Menuju Gua Haji Mangku Atau Blue Cave. Maka dari itu perjalanan menuju Pulau Kakaban saya mulai dari Maratua dengan waktu tempuh +/-20 menit.

Sembari asik menikmati pemandangan laut melalui jendela boat, saya melihat sebuah pulau dengan jembatan kayu panjang yang diujungnya terdapat sebuah gerbang bertuliskan 'SELAMAT DATANG' yang berarti saya sudah hampir tiba di Pulau Kakaban, YEAYY.

Dengan sigap awak kapal memarkirkan boat di ujung jembatan, kemudian saya mulai menyusuri jembatan kayu itu hingga tiba di ujung gerbang yang sekaligus menjadi konter loket pembayaran pintu masuk menuju Kakaban kemudian dilanjutkan berjalan melewati (lagi-lagi) jembatan kayu ditemani pepohonan rindang di sepanjang jembatan, baru setelah itu tampak sebuah danau biru yang luas, yaitu rumah bagi ubur-ubur.


Danau Kakaban atau yang disebut juga dengan danau purba ini mempunyai luas sekitar 5km dan kedalaman hingga 11 meter (wow luas banget ya!!!) 

Terdapat 4 jenis ubur-ubur yang mendiami Danau kakaban, yaitu;
     -ubur-ubur bulan,
     -ubur-ubur totol,
     -ubur-ubur kotak, dan 
     -ubur-ubur terbalik.

Selain Kakaban ubur-ubur serupa bisa ditemui juga di Palau, sebuah negara Kepulauan Micronesia di Samudra Pasifik. Pengen kesana? sayang nya kalian harus merogoh kocek yang sangat dalam untuk liburan disana karena biaya hidup di Pulau Palau sangat tinggi belum lagi tiket pesawatnya yang cukup mahal dan dari info yang beredar katanya di Palau hanya terdapat 2 jenis ubur-ubur saja. Sedangkan di Indonesia selain di Kalimantan Timur juga terdapat di Papua dan Sulawesi.



*Penjelasan jenis-jenis ubur diatas*
Foto pertama adalah ubur-ubur terbalik yang merupakan populasi terbanyak di Kakaban sedangkan foto kedua adalah ubur-ubur bulan, tipe ubur-ubur ini mempunyai bentuk lebar dan transparan. Awalnya cukup sulit menemukan ubur-ubur ini karena transparan tapi untungnya karena faktor hoki jadinya i found it. Sedangkan ubur-ubur jenis totol dan kotak saya tidak menemukannya, entah karena saya enggak peka (maaf cowo jadi kurang peka ;p) atau memang tidak ketemu. 

Pengalaman berenang bersama ubur-ubur mengingatkan saya kepada karakter Spongebob yang gemar bermain dan menangkap ubur-ubur, hanya saja ubur-ubur disini enggak boleh di tangkap dan tidak berwarna pink :p

Intinya enggak usah takut sama ubur-ubur di Pulau Kakaban ya karena ubur-ubur disini 100% aman. Buktinya saat saya berenang, beberapa kali saya tergoda untuk menyentuh ubur-ubur dan terbukti aman, bahkan saya jadi tau bagaimana rasanya menyentuh ubur-ubur dan rasanya cukup geli karena licin dan kenyal.
Inget!!! sejahat-jahatnya ubur-ubur, masih ada ubur-ubur yang baik hati kok :p



Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :
- Semakin jauh dan semakin dalam kalian berenang maka semakin banyak ubur-ubur yang kalian jumpai. Kalo di foto terlihat indah karena crowded tapi jangan barbar ya berenangnya. 

– Hal yang jangan dilakukan di Kakaban:
     *Jangan Menggunakan sunblock.
     *Jangan menggunakan fin/kaki katak.
     *Jangan melompat dari jembatan, melainkan turunlah perlahan dari tangga.
     *Jangan mengangkat ubur-ubur keluar dari air.
     *Jangan berenang ekstreme, cukup berenang dengan santai saja.
Kenapa? Karena bentuk ubur-ubur kenyal, lembut, dan terlalu sensitif sehingga cukup rentan dan bisa merobek kulit ubur-ubur. Cukup miris karena saat snorkeling, saya melihat  beberapa ubur-ubur dengan tentakel yang lepas, robek, bahkan ada yang mati. Yuk bersikap baik saat berwisata, sekaligus menjaga populasi ubur-ubur di Pulau Kakaban.

Budget Per Juni 2015 :
– Tiket Masuk : Rp 20.000/Org
TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS

KILL NOTHING BUT TIME



ENJOY THE TRIP !!! ^^

4 Komentar

  1. Sigit, dalem gak sih ini Danau Kakaban? Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. dalaaam banget ren. tapi kan dirimu bisa berenang jadi ga perlu takut hehehe

      Hapus
  2. Kok aku liatnya risih disengat ya? Padahal gak nyengat juga itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin mindset kita selalu bilang kalo ubur2 itu bahaya. coba ke Kakaban deh pasti pandangan nya berubah hehehe

      Hapus