Setiap orang tentunya mempunyai daftar tempat impian yang ingin dikunjungi, betul enggak??? Begitu juga dengan gue!!! Sedikit bocoran (terserah mau tau atau enggak tapi gue memaksa ingin kasih tau ;p) impian gue adalah menginap di salah satu water resort ternama Maldives lalu bersantai di private pool dengan segelas wine dan snack time menghadap laut lepas sambil menghirup udara laut kemudian berbisik "THIS IS LIFE" (SIGIT BANGUNNNNNNNN!!!!!)
Okay lupakan khayalan ini karena gue belum rela mengeluarkan duit sebanyak itu untuk membeli tiket pesawat maupun membayar resort mevvah tersebut.

Meskipun sempat pupus harapan gue untuk "leyeh-leyeh" di resort mewah tapi siapa sangka tiba-tiba ada secercah titik terang, yaitu ternyata di Indonesia juga terdapat penginapan water resort namun dengan harga yang cukup bersahabat dan tentunya enggak kalah keren dari Maldives, contohnya; Pulau MacanPulau OraMisool Eco Resort, Pulo Cinta, Maratua Paradise resort, Montigo Resort, Telunas Resort, dan masih banyak lagi.
Tapi yang akan gue bahas kali ini adalah Maratua Paradise Resort
Untuk mempermudah gue singkat Maratua Paradise Resort jadi MPR aja ya ;p

MPR berada di Pulau Maratua, tepatnya di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Beberapa bulan sebelum pergi gue memesan kamar di MPR dan proses booking cukup alot saat itu dikarenakan MPR dikelola oleh warga Malaysia jadinya pemesanan dilakukan by email dan harus menunggu balasan yang terkadang keesokan harinya baru mendapatkan jawaban. Sebenarnya ada nomor telepon tapi harus interlokal dan gue enggak mau mengeluarkan pulsa mahal-mahal ;p. 

Setelah kisaran 1 minggu proses pemesanan berhasil dilakukan untuk 4hari 3malam. and here we go. Super excited ^^

Sedikit informasi, MPR mempunyai 2 jenis penginapan yaitu;
     1. Water Villa      : Penginapan yang berada di atas laut, dan cuma ada 10 kamar
     2. Beach Challet : Penginapan di pinggir pantai, dan tersedia 12 kamar
Berhubung impian gue adalah bisa merasakan sensasi tinggal di atas laut jadinya gue memilih Water Villa. Ceritanya mau fancy gitu ;p
Ohya saat memesan kamar gue sempat request kamar di nomor kamar 8-9-10 (waktu itu gue ber-6 jadinya sewa 3 kamar). Sebenarnya ini saran dari teman gue yang udah pernah kesana jadinya gue nurut aja.
Alasannya adalah:
1. Kamar nomor 7-8-9-10 merupakan Water Villa paling ujung jadi nya bisa "ngeblock" satu wilayah dan enggak akan terganggu dengan tamu yang lalu lalang. Selain itu jarak pandang view lautnya lebih luas tanpa terhalang kamar lain.
2. Kalo menelusuri hingga ujung jembatan nantinya akan bertemu dengan Turtle Station.  Disini terdapat penyu yang suka berkeliaran dan keuntungan dari kamar no 7-8-9-10 aalah lokasi yang sangat dekat dengan Turtle Station dan beberapa kali penyu ini suka mampir di bawah Water Villa. 
    Water Villa 7-8-9-10 Tampak Belakang
    Turtle Station
    Setelah tiba di MPR dan proses check in kelar, dengan semangat '45 kami langsung menuju lokasi kamar. Awalnya sih gue pikir dekat tapi setelah jalan ternyata lumayan jauh juga antar main building dan kamar. Meskipun demikian tapi itu enggak menyurutkan semangat kami yang semakin menggebu-gebu apalagi saat tiba di gate yang bertuliskan "WELCOME TO WATER VILLA"

    Saat berjalan menelusuri jembatan yang mengarahkan ke kamar terdapat banyak tumbuhan di sepanjang kiri-kanan jembatan guna mempercantik kawasan water villa. Sambil berjalan gue hanya bisa menikmati pemandangan laut lepas yang indah berwarna toska sambil merasakan terpaan angin laut yang "menampar" lembut wajah gue dan seketika itu gue sangat terbuai (eakkk puitis banget). Yang pasti sulit bagi gue untuk menggambarkan kesan pertama di MPR. Feeling peaceful

    Saat pembagian kamar gue memilih kamar nomor 10. Sebenarnya bentuk dan interior antar kamar di MPR hampir sama, yaitu terdapat sebuah beranda lengkap dengan kursi untuk bersantai dan sebuah jemuran sedangkan di dalam kamar terdapat kasur, AC, meja belajar dan rias, kulkas, jendela dari yang berukuran kecil hingga besar dan kamar mandi lengkap dengan bathtub.


    Water Villa No. 10

    Baru gue ketahui ternyata toilet di kamar teman lebih keren karena persis di samping bathtub terdapat kaca besar yang berhadapan langsung ke laut, sedangkan toilet di kamar gue hanya ada jendela kecil di bagian atas yang kenyataannya enggak bisa lihat apa-apa dari jendela itu karena terlalu tinggi. Untungnya gue unggul di kamar tidur karena posisi kasurnya langsung berhadapan dengan laut sedangkan mereka ada di bagian sebelah jadi kalo mau liat laut harus tidur miring. 

    Nah, seperti pantai pada umumnya, pasti akan ada masa dimana air laut mengalami pasang dan surut. Begitu juga di MPR, kalo siang dan malam air akan surut, tapi kalo pagi dan sore akan pasang tapi balik lagi tergantung keadaan bulan. Meskipun air lagi pasang tapi jangan sekali-kali melompat ya karena jarak jembatannya cukup tinggi dan sebenarnya enggak disarankan juga sih.


    Sekarang ngebahas perut! Di MPR kalian enggak usah khawatir kelaparan karena harga menginap sudah full board (3x makan+ snack/tea time) dan rasanya itu yummy banget dengan porsi yang sangat memuaskan. BTW, kalo ingin hoping island, pastikan kalian ngomong ke bagian receptionist sehari sebelumnya supaya makan siang nya bisa di bungkus sebagai bekal perjalanan.

    Enggak banyak fasilitas yang disediakan oleh MPR selain bermain di area pantai, bersantai di kursi panjang dekat main building, dan juga turtle station. Tapi setelah gue pikir-pikir kalaupun disediakan fasilitas mungkin enggak akan digunakan secara maksimal oleh tamu karena  (mostly) pengunjung akan hoping island dari pagi hingga sore. Tapi ya alangkah bagusnya tetap disediakan fasilitas biar bisa memanjakan pengunjung ^^

    Ohya ada hal bodoh yang gue lakukan. Beberapa kali gue berpikir untuk duduk santai di beranda kamar sambil memandang laut dan menikmati angin cepoi-cepoi lalu minum segelas juice dan membaca buku yang disediakan oleh MPR yang berada di kamar tapi begitu eksekusi ternyata buku nya itu bahasa Jerman semua *tepok jidat* alhasil angan-angan santai gue yang seakan terlihat cool itu sirna semua ;p

    But overall sebagai pengalaman pertama menginap di water villa resort, gue sangat menikmati banget ^^. 

    Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :
    – Untuk menuju Kepulauan Derawan ada 2 cara, yaitu terbang menuju Berau atau Tarakan.
      Kebetulan saat itu saya terbang dari Berau, jadi rutenya:
         *Jakarta (posisi saya) – Balikpapan (transit) – Berau (menggunakan pesawat)
         *Berau – Pelabuhan Tanjung Batu (menggunakan mobil +/- 3 jam)
         *Pelabuhan Tanjung Batu – Maratua (menggunakan speed boat +/- 1 jam)
    Sekedar info, ketika saya melintasi perkampungan warga di Pulau Maratua, saat itu sedang ada pembangunan Bandara Maratua, tapi kurang tau apakah saat ini sudah beroperasi atau belum yang pasti kalau sudah beroperasi wisatawan enggak perlu repot-repot transit sana-sini.
    – Disini enggak ada tv, jadi kalau mau bawa card/board game sangat disarankan
    – Jangan lupa bawa sunblock dan lotion 

    – Meskipun kamar ber-AC dan ada kipas angin, tapi itu enggak terlalu berfungsi ketika siang hari. Soalnya langit-langit nya enggak dipasang plafon jadi panas matahari langsung masuk ke kamar.
    – Kalo suka ngemil kalian bisa bawa snack ya soalnya kalo mau ke warung agak jauh karena harus masuk ke perkampungan warga. Kalo enggak kalian bisa beli di bagian receptionist nya yang pasti harganya cukup berbeda dari harga asli ;p
    - Di setiap kamar disediakan air botol. Tapi kalo mau refill harus ke main building. jadi alangkah baiknya selalu isi penuh air biar enggak capel bolak balik
    – Bawa uang tunai secukupnya karena tidak ada ATM.


    Budget Per Juni 2015 :
    – Maratua Paradise Resort, Water Villa – Full Board: Rp 990.000/Night/Org (Include Tax)
    Info lebih lanjut bisa cek di www.maratua.com
    TAKE NOTHING BUT PICTURES
    LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
    KILL NOTHING BUT TIME


    ENJOY THE TRIP !!! ^^