Liburan di Kota Udang

Pernah dengar istilah atau sebutan Kota udang???
Kalo belum pernah, sini gue bisikin...
Psst... psst... psst... (Baca : kota udang adalah sebutan untuk kota Cirebon)

Disebut kota udang semata-mata bukan tanpa alasan melainkan karena Cirebon berada di pesisir pantai utara Jawa Barat sehingga mayoritas pekerjaan penduduk lokal adalah nelayan. Salah satu hasil terbesar adalah rebon atau udang kecil dan dari situ berkembang menjadi Cirebon (dalam bahasa Sunda, cai : air, rebon : udang kecil)
Sebenarnya ke Cirebon ini random banget. Ceritanya di malam pergantian tahun 2015  gue lagi baring-baring dan melamun enaknya tahun baru kongkow kemana ya? Eh tiba-tiba terlintas pengen One Day Trip ke Cirebon. Terdengar gila sih tapi apa daya karena tanggal merah cuma di hari pertama tahun baru aja. Alhasil malam itu gue langsung berusaha mencari personil yang mau mengikuti pemikiran gila untuk one day trip ke Cirebon. Hingga akhirnya gue berhasil mengumpulkan 3 orang. Setelah deal, gue langsung membeli tiket kereta Gambir - Cirebon.
Cirebon menjadi salah satu jalur PANTURA (Pantai Utara), sekaligus menjadi perbatasan Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Untuk estimasi perjalanan dari Stasiun Gambir Jakarta ke Stasiun Cirebon sekitar +/-3jam

Berhubung ini dadakan, jadinya gue benar-benar enggak prepare apa-apa dan blank banget seperti apa Cirebon itu. Tapi ini menjadi pengalaman pertama gue liburan nekad.
Setibanya di Cirebon gue mulai googling mencari rental mobil. Selama pencarian gue cukup was-was karena takut fully booked dan takut ada minimum batas penyewaan sedangkan gue cuma 1 hari di Cirebon. Untungnya setelah pencarian panjang gue menemukan rental mobil yang mau menerima kami (apa adanya ;p)


Sembari menunggu pihak rental menjemput kami, gue berinisiatif googling tempat wisata dan kuliner Cirebon. Tujuan pertama adalah sarapan di salah satu tempat makan khas Cirebon yaitu Empal Gentong. Kalo dari hasil pencarian jaraknya sekitar 15menit berjalan kaki dari Stasiun Cirebon.
Ada hal yang cukup mengejutkan saat berjalan kaki di tengah teriknya Cirebon. Dalam perjalanan kami berpas-pasan dengan seorang turis. Enggak tau apakah dari Cina, Hongkong, atau Taiwan yang pasti dia bicara Mandarin lalu dia bertanya kepada kami sambil memberikan sebuah gambar Monas. Meskipun kami sipit dan keturunan Cina tapi kami enggak bisa ngomong Mandarin ;p. Setelah menggunakan bahasa isyarat akhirnya turis tersebut meninggalkan kami dengan raut wajah datar.

Setelah drama itu kami melanjutkan perjalanan hingga tiba lah di rumah makan "Empal Gentong krucuk 1" yang berlokasi di sebrang Taman Krucuk. Penasaran, akhirnya kami langsung memesan empal gentong, yang ternyata semacam soto betawi, hanya saja di masak di dalam gentong dengan menggunakan kayu bakar. Rasa nya not bad tapiiiii sepertinya ini ide yang buruk untuk makan santan di pagi hari. Ohya, Selain santan ada juga yang bening.

Tepat begitu kami selesai makan, mobil sudah tiba. Perjalanan di mulai dengan membeli oleh-oleh dulu dan entah kenapa mostly kami belanjanya kerupuk semua...
Selanjutnya destinasi kami adalah Keraton Kesepuhan yang merupakan Keraton termegah di Cirebon. Sebenarnya Cirebon mempunyai beberapa keraton tapi gue hanya mengunjungi satu saja. Mau tau seperti apa kemegahan Keraton ini? kalian bisa klik di Keraton Kesepuhan


Enggak afdol rasanya kalo udah ke ke Cirebon tapi enggak ke Kuningan. Kalo di ibaratkan dengan Jakarta, Cirebon-Kuningan itu kayak Jakarta-Puncak. Setelah panas-panasan di Cirebon sekarang kami melaju ke Kuningan yang cuacanya lebih sejuk. Nama tempat wisatanya adalah Talaga Remis. 
Perjalanan sekitar 1jam ditemani pemandangan yang memanjakan mata dengan hamaparan sawah dan gunung. Ohya 1 jam disini itu murni 1 jam perjalanan bukan 1 jam karena ada kemacetan layaknya kota besar.

Talaga Remis merupakan wisata alam dan mempunyai 8 danau dengan warna hijau yang indah. Berbagai macam aktivitas bisa di lakukan mulai dari memancing, hingga bermain di sekitaran danau. Detil info Talaga Remis bisa klik Talaga Remis.



Rasanya males banget balik ke Cirebon mengingat cuaca panas disana. Untungnya saat itu sudah lewat jam terik dan kalo di hitung-hitung tiba di Cirebon sekitar jam 3sore. Lumayanlah enggak terlalu panas. Akhirnya kami bergegas menuju destinasi terakhir yaitu Gua Sunyaragi. 
Gua Sunyaragi merupakan sebuah taman air namun sudah kering. Di sini terdapat banyak gua yang saling menghubungkan dengan luas sekitar 15 hektare dan termasuk sebuah cagar budaya. Ada beberapa mitos kepercayaan unik yang terdapat di Gua Sunyaragi info detil bisa klik di Berpetualang di Taman Sari Gua Sunyaragi


Ketika perut mulai bergejolak tanda harus segera di isi. Gue memilih salah satu tempat kuliner yang terkenal yaitu Nasi Jamblang Mang Dul. Konon katanya ini adalah tempat makan langganan salah satu mantan Presiden Indonesia, Bapak SBY.
Hal yang menyedihkan adalah ketika kami sudah tiba di lokasi ternyata lauknya sudah banyak yang kosong dan kalaupun ada hanya tersisa sedikit. Alhasil kami hanya makan seadanya alias sisa stock penghabisan sekitar 2 bungkus dan kami makan bersama-sama.

Nasi Jamblang adalah nasi yang di bungkus daun jati. Porsinya seperti nasi kucing. Kalo di lihat-lihat modelnya mirip-mirip warteg dengan banyak varian lauk dan sayur. Buat gue yang paling dabest itu adalah sambal nya!!! Yummy abizzzz.

Beberapa foto dibawah ini gue ambil di google karena kemarin enggak sempat foto.
1179-408.jpg
jamblang-nasi.jpg
IMG_8237.JPG
Setelah makan "seadanya" di Nasi Jamblang Mang Dul kemudian kami mencari makanan lain karena masih lapar, yaitu Bubur Cirebon. Bubur favorit banget dengan renyahan kacang dan kerupuk, gurihnya kaldu, dengan ayam dan telor.. yummy banget emank.

Ini dia perjalanan Tahun Baru yang melelahkan namun menyenangkan karena bisa berpetualang di kota orang tanpa adanya pembuatan "skenario" (baca : itinerary)
See you Cirebon ^^

Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :
– Kalo yang mau naik kereta dari Jakarta kalian bisa menggunakan rute kereta jurusan Gambir – Cirebon (Kereta Eksekutif). Usahakan datang lebih awal ya biar enggak ketinggalan kereta
– Bawa topi/payung karena panas. Kalo perlu pake sunblock
- Kalo mau coba kuliner Nasi Jamblang Mang Dul pastikan jangan datang terlalu sore agar tidak kehabisan.

- Cirebon bukan kota yang terlalu besar jadi sebenarnya 2 hari juga sudah cukup.



Budget Per Januari 2016 :
- Tiket PP kereta eksekutif : Rp 350.000/Orang

– Sewa Mobil : Rp 450.000/Mobil/Hari
– Bensin : Rp 130.000
– Empal Gentong : Rp 74.000/4 Org
– Keraton Kesepuhan : Rp 20.000/Org
– Talaga Remis : Rp 11.000/Org
– Gua Sunyaragi : Rp 10.000/Org
– Nasi Jamblang : Rp 50.000/4 Org
– Bubur : Rp 27.000/4 Org
– Tip Sopir : Rp 50.000
TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
KILL NOTHING BUT TIME

ENJOY THE TRIP !!! ^^

1 Komentar

  1. Eh ternyata udah pernah ODT ke Cirebon. Tadinya kupikir mau ke sini juga. Haha.

    BalasHapus